Sabtu, 27 September 2008

kematian

kematian

tidak sampai dalam 2 bulan, 4 orang yang aku kenal meninggal: 1 orang dibawah usia 20 tahun, 1 orang dibawah usia 35 tahun, 1 orang dibawah usia 60 tahun dan satu orang dibawah 65 tahun. 3 dari 4 orang tersebut meninggal karena menderita sakit. (catatan : pada sabtu malam-jelang minggu pagi, 27 september 2008, seorang teman kembali berpulang, menjadikan data berubah menjadi 5 orang...).

benar jadinya, kalau sehat itu mahal harganya. padahal selama ini terkadang meremehkan kesehatan.

benar jadinya, apa yang kita makan terkadang menjadikan tubuh kita menjadi sakit karena terlalu banyak makanan sampah/junkfood yang terkadang justru kita nikmati dibanding makanan sehat. belum lagi kandungan bahan makanan yang tidak ketahui, ingat dengan heboh formalin atau melamin?

kematian pasti akan datang
tetapi yang menjadi pertanyaan adalah

sudahkah hidup ini berguna?

Sabtu, 20 September 2008

wisata magelang

WISATA MAGELANG
(2 dari 3 tulisan)

Bicara wisata di kota Magelang tentunya tak lepas dari candi Borobudur. Mungkin banyak yang mengira bahwa candi Borobudur itu ada di Yogyakarta karena begitu banyak gambar atau promosi kota Yogya yang menampilkan foto atau gambar candi Borobudur, tapi sebenarnya candi Borobudur terletak di kota Magelang, Jawa Tengah.

Candi Borobudur merupakan salah satu tujuan wisata di kota Magelang yang sangat terkenal bahkan sampai mancanegara. Untuk mencapai candi Borobudur sangat mudah baik dari kota Magelang maupun dari kota Yogya. Angkutan atau transportasi menuju dari dan ke lokasi sangat mudah dan lancar. Hanya saja karena terletak di kota kabupaten maka untuk angkutan umum akan mengalami penurunan jumlah pada jam-jam menjelang petang hingga malam.

Selain candi Borobudur, disekeliling komplek candi juga terdapat musium, taman wisata dengan berbagai fasilitas, serta tak ketinggalan pasar kerajinan khas Borobudur.

Magelang juga memiliki taman wisata Kyai Langgeng yang merupakan taman yang memiliki koleksi tanaman dan binatang yang cukup lengkap. Cocok sebagai tempat berlibur sekeluarga dengan suasana sejuk dan teduh.
Taman Wisata Kyai Langgeng berada di kota Magelang dan mudah untuk dijangkau sehingga dapat dijadikan tempat rekreasi yang sangat mudah, murah dan nyaman.

Kota Magelang yang merupakan jalur penghubung antara propinsi DIY dan Jateng sangat strategis sebagai kota dengan tujuan wisata yang bagus sekaligus sebagai tempat persinggahan dari dan ke prpopinsi DIY dan jateng.

Sepertinya berbicara tentang wisata kota Magelang tak lepas dari dua objek wisata ini, setidaknya kedua objek wisata ini sudah cukup dikenal luas. Mengenai fasilitas, harga tiket maupun pengalaman berwisata sepertinya setiap orang kan berbeda tetapi setidaknya kedua objek wisata di kota Magelang ini cukup layak sebagai tempat berwisata sekaligus mempunyai nilai-nilai sejarah maupun pendidikan yang tentunya cocok sebagai pilihan berwisata seluruh keluarga.


catatan : silakan lihat foto2 wisata kota Magelang pada posting berjudul foto

Foto






keterangan foto :
1. menara air di alun-alun Magelang
2. Borobudur-borobuduran, lokasi di jalan raya Magelang-Yogya, depan sentra penjualan salak
pondoh, Sleman (eksperimen pin hole)
3. Pasar Rejowinangun yang terbakar pada tanggal 26 Juni 2008
4. Kyai Langgeng Air Lines, salah satu wahana wisata di taman Kyai Langgeng Magelang
5. Turis mancanegara di candi Borobudur, Magelang

Rabu, 10 September 2008

wuuachii...

Memang ga enak kalau terserang penyakit...walau mungkin penyakit itu bisa dibilang ringan, cuma flu alias masuk angin. Tapi gara-gara virus kecil yang kasat mata itu tubuh jadi kaga' karuan...meriang, pusing, hidung tersumbat, tenggorokan juga perih...pokoke nyebelin!! udah gitu wachi..berulang-ulang. Memang cuaca akhir-akhir ini kurang bersahabat. Angin bisa dibilang bertiup kencang, hujang juga masih males turun membasahi bumi sedangkan panas masih menyengat minta ampun. Sudah satu bungkus obat flu diminum tapi rupanya masih belum manjur. Istirahat juga sudah ditambah tapi masih juga virus flu belum mau pergi...well, akhirnya setelah dari warnet ini mau kembali aja ke obat tradisional yaitu wedang jahe di angkringan...biar anget...ah, semoga flu ini cepat berlalu.

Rabu, 03 September 2008

Kota Harapan

(1 dari 3 tulisan)
Ini bukan catatan perjalanan.
Tapi berhubung memiliki ikatan historis maka tak ada salahnya mengulasnya sebagai tulisan awal.

Magelang. Sebuah kota kecil yang menghubungkan propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan perbatasan yang tepat menghubungkan dua propinsi tersebut sehingga menjadikan Magelang sebagai kota transit/penghubung yang sangat penting.

Magelang menurut sejarahnya bisa jadi berawal dari kata "Maha Gelang" yang menunjuk pada kawasan yang dikelilingi oleh pegunungan sehingga mirip pada bentuk gelang raksasa. Atau juga ada yang merujuk pada kata "Manggala" yang berarti perwira. (1)


Memang jika diperhatikan maka kawasan Magelang memang dikelilingi oleh jajaran pegunungan yang kokoh. Diantaranya bahkan merupakan gunung-gunung yang mempunyai nama terkenal seperti Merapi, Merbabu dan Sumbing. Keberadaan pegunungan ini menciptakan kawasan yang sejuk dan subur bagi kota Magelang.

Dalam sejarahnya kota Magelang sangat berperan aktif dalam perkembangan negara Indonesia. Sejak dahulu Magelang dikenal sebagai kota tentara bahkan pada masa-masa perjuangan. Magelang disebut-sebut memiliki struktur geografis yang memadai sebagai daerah pertahanan dikarenakan perbukitannya serta tanahnya yang subur sebagai lumbung pangan. Kisah-kisah perjuangan bangsa seperti perlawanan Diponegoro (1825-1830) juga mencatat bahwa kota Magelang turut menjadi medan perjuangan bangsa ini. Dan tentunya sampai saat ini kota Magelang juga dikenal sebagai kota ABRI dimana berdiri Akademi Militer yang telah melahirkan tentara-tentara yang diantaranya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Untuk mencapai kota Magelang amatlah mudah. Baik dari ibu kota Jateng yaitu semarang (-/+ 62 km) maupun dari kota Yogya (42 Km). Transportasi antar kota begitu mudah didapat dan sangat lancar.

Yang kemudian menjadi ciri kota Magelang adalah (sebut saja) Akademi Militer, Bukit Tidar (dikenal sebagai "paku pulau Jawa"), taman wisata Kyai Langgeng dan tentunya candi Borobudur. Atau untuk memudahkannya ketika memasuki kota Magelang adalah adanya patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda.



Selain ciri khas tempat wisata maupun tempat bersejarah. Magelang juga memiliki ciri khas kuliner yang tentunya berbeda dengan kuliner daerah lain. Misalnya (a) soup senereg (sup kacang merah, yang konon merupakan warisan kuliner tentara Belanda), walaupun sup ini kini mulai jarang dijumpai tetapi beberapa warung makan masih mengandalkan sup ini sebagai menunya. (b) Kupat Tahu (ada pula yang menyebutnya Tahu Kupat), yaitu makanan dengan campuran sayuran beserta tahu yang digoreng dan dicampur dengan bumbu kacang juga kecap. Makanan ini mirip pecel atau makanan sejenisnya. (c) Nasi Goreng
Magelangan
. Sebenarnya ini hanya nasi goreng biasa tetapi yang membedakannya adalah dengan adanya campuran mie kuning (dibeberapa tempat diluar kota Magelang kadang menggunakan mie putih), campuran antara nasi dan mie yang di goreng ini benar-benar menjadikan hidangan ini penuh kalori dan mengenyangkan. (d) Getuk. Makanan ini mungkin lebih tepat sebagai makanan kecil bukan makanan pokok. Tetapi begitu khasnya makanan ini sehingga menjadikan Magelang juga disebut sebagai kota getuk. Getuk adalah makanan ringan yang terbuat dari telo (ubi) yang direbus kemudian dilumatkan dan dibuat dengan berbagai cita rasa.

Seperti kota lain, Magelang juga berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dari kota kecil yang sepi sekarang menjelma menjadi kota penghubung dua propinsi yang cukup ramai dan berkembang. Sarana-sarana modern juga sudah ada di kota Magelang ini sehingga benar-benar sudah siap menjadi kota dengan sebutan sebagai Kota Harapan.


catatan :
1. Kompas, 24 Agustus 2008
2. - Gunung merapi
- Alun-alun Magelang (eksperimen kamera pin hole)
- sup senerg
(foto-foto koleksi pribadi)

Selasa, 19 Agustus 2008

Merdeka

Merdeka !!!

Mungkin dalam waktu seminggu ini kita selalu mendengar kata "merdeka" ini, entah di televisi, upacara sekolah maupun dalam berabagai kesempatan diaman pun dan kapan pun. Ya, merdeka. Suatu bentuk ungkapan kebebasan akan suatu tekanan (dalam hal ini penjajahan). Anak TK dan SD pasti tahu bahwa merdeka mempunyai arti bahwa kita telah terbebas dari penindasan penjajah kolonial yang sudah menjajah negeri ini sekian ratus tahun serta telah mengambil berbagai sumber kekayaan alam negeri ini.

Tetapi jika kata "merdeka" itu ditanyakan kepada orang dewasa, bisa jadi artinya bisa berbeda. Bisa jadi kata merdeka itu memiliki arti yang sangat mahal bagi kaum miskin yang selama ini tetap saja terjajah dengan kemiskinannya. Orang miskin akan mengatakan merdeka ketika ia mendapatkan uang untuk makan hari ini tetapi ketika uang itu habis maka masih relevankah arti kata "merdeka" itu baginya?

Seperti dua sisi mata uang. Ketika satu sisi mengandung arti merdeka maka disisi lain juga ada kata "tidak merdeka" (untuk menggantikan kata terjajah). Jika "merdeka" itu diibaratkan sebagai hak maka "tidak merdeka" bisa diartikan sebagai sebuah kewajiban. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih kemerdekaan itu. Ada kewajiban yang harus dilakukan saat mendapatkan suatu hak. Kemerdekaan atau kebebasan bukanlah sebebas-bebasnya, tetapi ada batasan yang harus diakui menjadi ruang bagi kita untuk menghargai kebebasan orang lain. Penjajah yang telah memberikan kemerdekaan kepada suatu bangsa, kini haruslah menghargai kemerdekaan bangsa bekas jajahannya bahkan di era global ini harusnya sudah berdiri sejajar. Atau suatu negeri yang berjuang merebut kemerdekaannya atas usaha mereka sendiri juga kini harus mempunyai sikap yang menghargai, bukan menanamkan rasa dendam kepada negara bekas penjajahnya. Kemerdekaan atau kebebasan adalah menghormati kebebasan atau kemerdekaan orang lain.

Jika memang kita sudah merdeka, apakah kita juga memerdekakan orang lain? Maksudnya, jangan-jangan karena sudah merasa merdeka maka kita sebebas-bebasnya menyalurkannya tetapi tanpa melihat sekeliling kita. Mentang-mentang bisa beli mobil lantas memarkir mobil seenaknya (padahal sudah dibuatkan garis pembatas antar mobil satu dengan yang lain), mentang-mentang merasa lebih besar badannya terus menyerobot antran sajian prasmanan pada pesta pernikahan. Atau pertanyaan ini dikembalikan pada kita saja, sudahkah kita merasa merdeka saat orang lain menyerobot jalanan kita? saat orang mengancam atau membentak kita gara-gara hal sepele...

Jangan merasa sudah merdeka saat kita justru menyebabkan orang lain merasa tertindas, tertekan dengan sikap dan perbuatan kita sesehari. Kemerdekaan itu adalah hak setiap orang dan setiap orang mempunyai kewajiban untuk menghormati hak kemerdekaan orang lain juga.

Mari kita renungkan, arti kata "MERDEKA" ini berulang kali dalam sisa hidup kita.

Kamis, 14 Agustus 2008

berlabuh




Lokasi : pantai Losari, Makassar